Monday, May 25, 2020

Self Isolation - The Moment of Silence


Well, I've been doing self-isolation for about 3 months, only went to supermarket/minimart when I needed something to buy. I always think that I'll be alright, because I'm a freelancer who do my job (mostly) at home. But frankly, this self-isolation almost drives me crazy.

I lost my mood of doing everything and have no idea how to fix it.

Before this pandemic started, I love going outside alone, doing some of my works while sipping my coffee. But now, what I do is just eat and sleep and work (if any).
I can't think clearly, just having some negative things in my head: what if it's getting worse, what if I can't survive, what if... what if.... bla bla....

Some projects and plans were canceled, I lost almost a half of my income.
This is insane.

. . . . . . . . . .

But then I realized, that this is the right time for me to take some rest.
This is the right time to stop doing anything.
This is the right time to do some reflections.
This is the right time to be silent.

The moment of silence.

In this reflection moment, I started thinking about my life.
What I really want, what I have to do, what my purpose of this life, what my next goals, how to achieve it, what plan I should create, etc.

I started to build my mood, started to write what I want and how to get, started to think my next goals/target. It's not easy at all, but I try to do my best that I can do.

I know this is a hard time for us. No one knows when this pandemic will over.

BUT

Wherever you are and however you spend your time during these times, I wish you are well.
Stay safe, and take care.


Cheers!

Wednesday, July 10, 2019

Don't Wait, The Time will Never be Just Right

A quote by Napoleon Hill which I read on one of my favourite book, "She Means Business."


Just read this book in early year because I saw it on my friend's ig story and surprisingly I love this book so much! Not like the other self-development book, this book taught me to be brave and having an optimism feeling in a realistic way. It doesn't mean that another self-development book is bad, but I just love her thought in this book so much.

This is one of my favourite quote that I found in this book:


These words triggered me to do something which I've been thought for a long time but still didn't do it yet because of my fear. Yaa,, I just started it, don't know it will bring me to the success or no, I just wanna..... try. From now on I just wanna do what I want... not just for the sake of money. I don't wanna be a person who only wait for weekend/pay day because of doing something I dislike but I have to. I wanna be a happy person who do happy things then in the end having the best result that make me proud of myself.

I'm thankful because of this book and really hope that I can do my favourite things constantly (yaa because I lack of consistency,, LOL).
If you wanna start your own business or just wanna know about how to build a business, I really recommend this book to you.

So what's your favourite book?
Let's share!


Cheers!

@utetika

Monday, January 30, 2017

Early Gift in 2017: JAPAN (eps. 01)







3 Things I love about Japan:
1. The People
2. The Culture
3. The Technology

Perjalanan singkat menuju Jepang kali ini bukan pure untuk jalan-jalan tetapi memang ditugaskan oleh teman saya Elnie untuk membantunya melakukan riset kecil untuk bisnis barunya. Awalnya saya merasa biasa saja dengan pengutusan ke Jepang ini, namun siapa sangka setelah sampai di sana KU LANGSUNG JATUH CINTA. Seorang teman yang sudah seperti kakak sendiri bagi saya pernah mengatakan: "Saat lo pergi ke luar negeri, akan ada banyak hal yang lo temuin di sana. Emang gw akuin Indonesia ga kalah indah dengan luar negeri sana, tapi banyak hal yang ga lo duga bisa lo temuin saat lo pergi ke sana, lo akan jatuh cinta sama banyak hal; budaya nya, lingkungannya, suasananya, banyak deh." Waktu itu saya cuma manggut-manggut aja karena saya pikir belum saatnya pergi ke luar negeri dengan alasan budget, tapi saat saya berada di Jepang, I couldn't agree more with her!!!

Business trip kali ini adalah perjalanan ke luar negeri pertama kali bagi saya dan di perjalanan yang pertama kalinya inilah saya melakukan sebuah kebodohan, yakni ketinggalan pesawat! Kebetulan pesawat yang saya naiki tidak langsung terbang menuju Jepang melainkan transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur. Waktu transit yang sangat sempit dan ketidaktahuan saya mengenai sistem transit membuat saya harus pasrah saat tahu pesawat yang hendak saya naiki sudah lepas landas. Sempat kecewa dan kesal terhadap diri sendiri, ga yakin bakal bisa terbang ke Jepang karena sudah putus harapan, tapi akhirnya jadi juga ke Jepang (yeay!).


3 Things I love about Japan: 
1. The People 
Tiba di Jepang hari Minggu tengah malam dijemput oleh Elnie yang bermuka agak masam karena keterlambatan saya tiba di Jepang (maafkannn Elnieee >.<). Lalu kami harus melanjutkan perjalanan menuju apartemen yang harus ditempuh dengan dua kali naik kereta disambung dengan jalan kaki. Dannnnn waktu itu lagi lagi saya deg-degan karena kabarnya kereta kedua menuju apartemen hanya beroperasi hingga pukul 00.00 sedangkan waktu itu di bandara Haneda sudah menunjukkan pukul 00.00 dan belum mendapatkan kereta pertama menuju apartemen. Kabarnya ongkos taksi di Jepang sangat mahal karena kebetulan jarak dari bandara menuju apartemen cukup jauh sehingga bisa berkisar 1jutaan rupiah (alamak).

Jarak dari bandara ke stasiun tempat kami transit menuju kereta kedua tidaklah jauh. Sesampainya di stasiun tempat transit, kami bertanya kepada petugas mengenai jam operasional kereta kedua, berharap masih ada kesempatan untuk kami bisa naik kereta dan menghindari taksi. Ternyata keretanya masih ada!!!! Tapi sebentar lagi berangkat sehingga kami harus lari untuk mengejar kereta tersebut. Hmm... lumayan juga lari tengah malam di suhu sekitar 7 derajat dengan membawa koper besar naik turun tangga demi kereta ke dua. Dan membuat saya amat terkejut ialah kebaikan sang petugas yang membantu kami melewati pintu masuk stasiun yang harusnya kami tidak boleh masuk karena saldo kartu kami kurang! Cukup terkejut karena Jepang terkenal dengan "disiplin" nya tapi ternyata mereka bisa se-fleksibel itu! Saya cuma bisa teriak mengucapkan Arigatou kepada sang petugas yang dibalas oleh senyuman manisnya :)

Hampir menuju kereta kedua, ternyata sang petugas meminta masinis kereta tersebut untuk sedikit menunda perjalanannya dan menunggu kami hingga naik ke kereta sehingga kami masih bisa naik kereta tersebut. Sesampainya di dalam kereta saya masih tercengang dengan kebaikan mereka. Dari sinilah saya merasa jatuh cinta dengan orang-orang Jepang yang super baik dan ramah!

2. The Culture
Terbiasa dengan culture Indonesia yang serba ngaret dan serabat serobot sana sini, aku lumayan kaget melihat culture Jepang yang SUPER RAPI, TERTIB, dan SANGAT SANGAT BERSIHHHH... Gile sih! Bahkan laler aja ga keliatan batang hidungnya di sini!

Masuk ke kereta, tertib, mendahulukan orang yang keluar sebelum masuk.
Antri makanan, tertib.
Bahkan mau masuk ke event aja (yang orangnya banyak banget itu), nyaman dan tertib banget, engga chaos seperti di Indo, huhu.

3. The Technology
Di sini resto-resto udah pake mesin di pintu untuk pemesanan dan bayar, jadi masuk udah tinggal makan aja. Praktis banget kannn!! Terus makanan/minuman di minimarket, kalau udah expired, otomatis ga ke scan di kasir, jadi engga bakal kebeli orang!!!

Naik subway juga praktis, beli tiket tinggal masukkin uang, BISA NGEMBALIIN UANG PULA DENGAN AKURAT
Vending machine di mana mana, mana enak enak pula minumannyaaa,, huwaaaaa.......

Bener bener pengalaman yang ga terlupakan dan bikin pengen balik lagiii!! tunggu ya Japann~

Tuesday, December 8, 2015

Do and Forget

image were found here



























Belakangan ini banyak sekali curhatan yang isinya kira kira begini:
"Padahal gw udah bae ya Ruth sama dia, tapi kenapa balesannya gini ya?"
"Gw kurang apa ya sebagai temen/pacar/sahabat/kaka/adik/bla bla bla, padahal udah bela bela in ini itu tapi kok dianya kayak gitu?"

Sebuah hal yang wajar karena sejatinya manusia yang bersosialisasi pasti mengalami kekecewaan jika apa yang sudah dilakukan tidak sebanding dengan yang didapatkan. Namun saya mendapatkan sebuah konsep unik mengenai cara mengikhlaskan kebaikan yang sudah kita berikan agar akhirnya tidak ada lagi rasa sakit hati.

Konsep tersebut saya namai dengan "Do and Forget", nasihat ini saya berikan kepada beberapa teman yang suka mengumpat tentang kebaikannya yang tak terbalas (tulisan ini sekalian untuk menjitak saya yang belakangan ini mengeluhkan hal yang sama :P).
Do and Forget berarti lakukanlah kebaikan kemudian lupakan. Lupakan bahwa kamu pernah melakukan sesuatu kepada orang lain, karena semakin kita mengingatnya semakin besar peluang untuk mengungkit apa yang sudah kita tuai.  

"Gue udah bagi dia kue, tapi pas dia punya kue kenapa ga bagi gue?".

Tak ada yang berpendapat bahwa konsep ini mudah dilakukan karena pada dasarnya manusia memiliki sisi oportunis di dalam dirinya, "di dunia ini ga ada orang yang 100% tulus Ruth," begitu kata seorang teman. Tapi apa kita juga pernah merefleksikan diri kita sendiri? Apa kita juga sudah benar benar tulus pada orang lain? Menurut saya, ketulusan itu tidak akan melanturkan "Gw kan uda bae Ruth, masa dia gitu?" hehe....

Jadi menurut saya cara terbaik supaya lebih mudah ikhlas adalah dengan melupakan kebaikan yang sudah kita berikan kepada orang lain. Suatu hari nanti akan ada saatnya kebaikan kita berbalik kepada kita dengan porsi yang lebih banyak, bukan karena kebaikan tersebut berbunga layaknya menabung di bank, namun karena kita secara tidak sadar telah melupakan apa sudah kita tuai :P.

"Hey,, selamat ulang tahun, ini ada kado buat kamu..."
"Wah,, makasih ya udah inget, pake repot repot kasih kado segala hehe..."
"Gapapa, dulu kan kamu juga kasih aku kado pas aku ulang tahun..."
"Oh, masa ya? Lupaa,, hehehehe..."

See...?? Kita lupa sama apa yang kita beri tapi orang lain yang kita berikan kebaikannya ga akan lupa akan hal itu dan mungkin (walau ga semua orang seperti ini), dia akan berniat untuk melakukan hal yang sama untuk kita :).

Konsep kedua yang masih berhubungan dengan ini adalah tentang karma.

Kebanyakan orang sering membicarakan karma dalam bentuk negatif, "Biar saja sikapnya kayak gitu nanti juga kena batunya", tapi saya, I do believe in good karma. As Yoris said in......... (lupa kapan dan dimana) bahwa karma itu ga hanya dalam bentuk negatif tapi juga positif. Kurang lebih artinya tidak ada yang sia sia dalam berbuat baik dan jangan pernah merasa rugi karena sudah berbuat baik untuk orang lain. Apa yang sudah kita tuai sekarang mungkin tidak langsung berbuah limpah namun percayalah bahwa apel tidak akan berbuah dari pohon jeruk,.

So.. stay good and say cheers!!

#CeweQuat #DatangBulan Event "Smart, High impact, and Effective in Technology

image were found here

"Smart, High impact, and Effective in Technology"
Begitulah tema dari #cewequat #datangbulan Desember kemarin. Saya memang merupakan salah satu dari alumni komunitas ini, tapi ini adalah #datangbulan perdana yang saya hadiri sebagai peserta *digetok.

Sayang sekali karena harus mengurusi beberapa urusan jadi hanya sempat mengikuti sesi kedua yang dibawakan oleh @fikhanza mengenai digital marketing.

Senang rasanya mendapatkan ilmu baru dari acara ini, apalagi dengan pembawaan @fikhanza yang energik dan ceria mampu membuat suasana jadi ikut bersemangat untuk menyimak materi yang disampaikan.

Dan berikut ini adalah apa yang saya tangkap dari pembahasan @fikhanza mengenai digital marketing....

Sekarang ini makin banyak bisnis yang mulai merambah ke digital platform. Apa-apa digital. Lowongan menjadi social media officer/specialist/strategist/dll dll pun mulai bertebaran. Brand-brand mulai melirik digital platform sebagai peluang baru dalam mempromosikan produk/jasanya. Namun ternyata bermain social media itu susah susah gampang loh. Susah karena? Karena tiap brand memiliki karakter tersendiri. Saat kita menjadi admin dari brand susu bayi, maka bahasa yang digunakan di social media juga harus menyesuaikan dengan target pasarnya. Ga mungkin kan menyapa audiens brand produk susu bayi dengan sebutan bro/sist? hahahaha...

Dalam bermain social media, content is a KING ucap gadis berkerudung hijau tersebut. Inti dari social media adalah konten nya dan tentu saja konten tersebut harus menyesuaikan karakter dari sang empunya social media seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya :P. Lalu konten seperti apa sih yang sebaiknya di share? Kira kira seperti ini penjelasan @fikhanza:

1. Happiness
    Pernah melihat teman yang hobinya mengeluh di social media? Atau marah-marah? Mengumpat? Menyindir orang lain? Bagaimana perasaan kita saat membaca status-status seperti itu? Kalau saya sih, biasanya saya skip sambil ngedumel: "kenapa sih harus marah marah terus?". Kalau kalian? Yaaaaa... silakan jawab sendiri yaaa.. hehehehe... :P
Saya setuju dengan pernyataan @fikhanza bahwa untuk mainan social media, coba dimulai dengan cara sharing the happiness things, ga usah hal yang ribet, foto bayi tersenyum aja udah bisa membawa kebahagiaan bagi sekitarnya. Bayangkan jika kita mem-posting hal yang positif, orang yang melihat postingan kita bisa terbawa energi positif dari yang kita bagikan loh.... :)

2. Positivity
    Hal hal yang positif jika sering kita share di social media juga bisa menularkan energi yang bagus bagi sang pembacanya loh. Bisa dimulai dengan mem-posting quotes atau kata kata motivasi agar pembacanya juga termotivasi, hehehhe...

3. Inspiration
    Hal menarik lain  yang bisa dijadikan bahan konten adalah inspiration. Jika kita terinspirasi akan sesuatu (acara #cewequat ini misalnya), ada baiknya jika dibagikan di social media kita supaya sang pembaca juga tertular inspirasi dari yang kita dapatkan. Bukankah menyenangkan jika bisa berbagi ilmu kepada orang lain? Dibanding berbagi keluhan dan derita.... tsaahhh... :P

@fikhanza juga menyampaikan tren dan prediksi digital marketing tahun ini dan tahun depan. Diperkirakan bahwa sekitar marketing analytics akan meningkat sebesar 60%, perusahaan akan mulai menggunakan blog dalam mempromosikan produknya, orang orang akan mulai menyukai konten video online dibanding hanya foto saja, mobile ads akan meningkat dari yang biasanya.

So, are you ready to live in digital era?

Cheers! 

My cute doodle for both of speakers. Keep inspiring!!!

#randomwordstoday

“hati-hati,” sebuah kata sederhana yang jika diucapkan olehnya akan terasa menyejukkan...
 

“janji,” sebuah hal yang biasa dilanggar namun jika dilanggar olehnya akan terasa sangat menyesakkan…

Tuesday, August 25, 2015

Semangat Selasa!

Yuk bersemangat untuk aktivitas hari ini dan jangan lupa selalu berdoa sebelum mengerjakan apapun!!

cheers!!!