Monday, January 30, 2017

Early Gift in 2017: JAPAN (eps. 01)







3 Things I love about Japan:
1. The People
2. The Culture
3. The Technology

Perjalanan singkat menuju Jepang kali ini bukan pure untuk jalan-jalan tetapi memang ditugaskan oleh teman saya Elnie untuk membantunya melakukan riset kecil untuk bisnis barunya. Awalnya saya merasa biasa saja dengan pengutusan ke Jepang ini, namun siapa sangka setelah sampai di sana KU LANGSUNG JATUH CINTA. Seorang teman yang sudah seperti kakak sendiri bagi saya pernah mengatakan: "Saat lo pergi ke luar negeri, akan ada banyak hal yang lo temuin di sana. Emang gw akuin Indonesia ga kalah indah dengan luar negeri sana, tapi banyak hal yang ga lo duga bisa lo temuin saat lo pergi ke sana, lo akan jatuh cinta sama banyak hal; budaya nya, lingkungannya, suasananya, banyak deh." Waktu itu saya cuma manggut-manggut aja karena saya pikir belum saatnya pergi ke luar negeri dengan alasan budget, tapi saat saya berada di Jepang, I couldn't agree more with her!!!

Business trip kali ini adalah perjalanan ke luar negeri pertama kali bagi saya dan di perjalanan yang pertama kalinya inilah saya melakukan sebuah kebodohan, yakni ketinggalan pesawat! Kebetulan pesawat yang saya naiki tidak langsung terbang menuju Jepang melainkan transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur. Waktu transit yang sangat sempit dan ketidaktahuan saya mengenai sistem transit membuat saya harus pasrah saat tahu pesawat yang hendak saya naiki sudah lepas landas. Sempat kecewa dan kesal terhadap diri sendiri, ga yakin bakal bisa terbang ke Jepang karena sudah putus harapan, tapi akhirnya jadi juga ke Jepang (yeay!).


3 Things I love about Japan: 
1. The People 
Tiba di Jepang hari Minggu tengah malam dijemput oleh Elnie yang bermuka agak masam karena keterlambatan saya tiba di Jepang (maafkannn Elnieee >.<). Lalu kami harus melanjutkan perjalanan menuju apartemen yang harus ditempuh dengan dua kali naik kereta disambung dengan jalan kaki. Dannnnn waktu itu lagi lagi saya deg-degan karena kabarnya kereta kedua menuju apartemen hanya beroperasi hingga pukul 00.00 sedangkan waktu itu di bandara Haneda sudah menunjukkan pukul 00.00 dan belum mendapatkan kereta pertama menuju apartemen. Kabarnya ongkos taksi di Jepang sangat mahal karena kebetulan jarak dari bandara menuju apartemen cukup jauh sehingga bisa berkisar 1jutaan rupiah (alamak).

Jarak dari bandara ke stasiun tempat kami transit menuju kereta kedua tidaklah jauh. Sesampainya di stasiun tempat transit, kami bertanya kepada petugas mengenai jam operasional kereta kedua, berharap masih ada kesempatan untuk kami bisa naik kereta dan menghindari taksi. Ternyata keretanya masih ada!!!! Tapi sebentar lagi berangkat sehingga kami harus lari untuk mengejar kereta tersebut. Hmm... lumayan juga lari tengah malam di suhu sekitar 7 derajat dengan membawa koper besar naik turun tangga demi kereta ke dua. Dan membuat saya amat terkejut ialah kebaikan sang petugas yang membantu kami melewati pintu masuk stasiun yang harusnya kami tidak boleh masuk karena saldo kartu kami kurang! Cukup terkejut karena Jepang terkenal dengan "disiplin" nya tapi ternyata mereka bisa se-fleksibel itu! Saya cuma bisa teriak mengucapkan Arigatou kepada sang petugas yang dibalas oleh senyuman manisnya :)

Hampir menuju kereta kedua, ternyata sang petugas meminta masinis kereta tersebut untuk sedikit menunda perjalanannya dan menunggu kami hingga naik ke kereta sehingga kami masih bisa naik kereta tersebut. Sesampainya di dalam kereta saya masih tercengang dengan kebaikan mereka. Dari sinilah saya merasa jatuh cinta dengan orang-orang Jepang yang super baik dan ramah!

2. The Culture
Terbiasa dengan culture Indonesia yang serba ngaret dan serabat serobot sana sini, aku lumayan kaget melihat culture Jepang yang SUPER RAPI, TERTIB, dan SANGAT SANGAT BERSIHHHH... Gile sih! Bahkan laler aja ga keliatan batang hidungnya di sini!

Masuk ke kereta, tertib, mendahulukan orang yang keluar sebelum masuk.
Antri makanan, tertib.
Bahkan mau masuk ke event aja (yang orangnya banyak banget itu), nyaman dan tertib banget, engga chaos seperti di Indo, huhu.

3. The Technology
Di sini resto-resto udah pake mesin di pintu untuk pemesanan dan bayar, jadi masuk udah tinggal makan aja. Praktis banget kannn!! Terus makanan/minuman di minimarket, kalau udah expired, otomatis ga ke scan di kasir, jadi engga bakal kebeli orang!!!

Naik subway juga praktis, beli tiket tinggal masukkin uang, BISA NGEMBALIIN UANG PULA DENGAN AKURAT
Vending machine di mana mana, mana enak enak pula minumannyaaa,, huwaaaaa.......

Bener bener pengalaman yang ga terlupakan dan bikin pengen balik lagiii!! tunggu ya Japann~